Aku mencintaimu terlalu dalam

B.M. Restu Pandhu P.

/ 7

Aku mencintaimu terlalu dalam,

sampai aku lupa seberapa sakitnya kamu menyakitiku.

Aku terlalu memikirkanmu,

sampai aku melupakan diriku sendiri.

Aku bisa merelakan nyawaku sekalipun,

begitulah caraku mengorbankan diri.

Walaupun kamu menginjak-injak harga diriku,

aku tetap teguh memilihmu.

Bukan karena aku bodoh dalam mencintaimu,

tapi aku sangat ingin membuktikan padamu,

bahwa aku mencintaimu lebih dari apa pun yang aku miliki.

Di malam gulita hingga terbitnya sang fajar,

yang kunantikan hanyalah kamu.

Deras doa yang selalu kupanjatkan itu,

masih kuucapkan hingga kini.

Aku hanya ingin kita bersama sampai maut memisahkan.

Aku akan menunggumu,

dan kau akan tetap jadi kesayanganku.

Tidak ada niat sedikit pun dalam hatiku,

untuk menggantikanmu dalam hidupku.

Percayalah, tulisan ini bukan sekadar kata-kata. Pertemuan kita bukanlah kebetulan atau kisah sementara. Walau terdengar mustahil, aku menaruh percaya pada kemuliaan Allah yang mampu mempersatukan kita dalam doa.

Komentar

Belum ada komentar.